Training First Aid Sertifikasi

Training First Aid Sertifikasi

Latar Belakang Salah satu regulasi terbaru terkait dengan K3 adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI No. PER15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja pada Bab 2, Pasal 3, ayat 1 & 2 sebagaimana ayat 1 yang berbunyi : “ Petugas P3K di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 harus memiliki lisensi dan buku kegiatan P3K dari kepala Instansi yang bertanggung dibidang ketenagaakerjaan” Dan ayat 2 yang berbunyi: “Untuk mendapatkan lisensi sebagai mana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : a. Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan; b. sehat jasamani dan rohani; c. bersedia ditunjuk menjadi petugas P3K; dan d. memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang P3K di Tempat kerja yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan Guna dapat mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan yang mendadak dan kecelakaan kerja diperlukan pedoman Undang-undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. Untuk dapat ditunjuk sebagai Petugas P3K di tempat kerja oleh perusahaan, petugas P3K tersebut perlu mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang sesuai dengan Permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) di Tempat Kerja. Tujuan Training First Aid Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan First Aid di tempat kerja dan juga meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap penyakit mendadak dan kecelakaan kerja. MATERI Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) Dasar – dasar Kesehatan Kerja Dasar – dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) Anatomi dan Faal tubuh manusia Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas,...
Training HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)

Training HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)

PENDAHULUAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sebuah sistem pencegahan dalam dunia Food Safety untuk memastikan bahwa suatu proses terbebas dari resiko kontaminasi. HACCP dengan mudah membantu anda mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian menentukan mekanisme kontrolnya. HACCP membuat anda dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda buat adalah produk yang aman untuk dikonsumsi. Training HACCP ini akan membantu tim anda memahami konsep dan implementasi HACCP dalam proses produksi pada perusahaan anda dengan mudah dan menyenangkan karena didukung oleh tim professional kami yang berkompeten dibidangnya Kontaminasi yng dapat dikendalikan HACCP adalah: •    Fisik (metal, kaca, kayu dll) •    Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll) •    Biologi (bakteri) TUJUAN Training Hazard Analysis Critical Control Points Secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan di masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan MANFAAT PELATIHAN •    Menganalisa serta mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui potensi bahaya yang ditimbulkan •    Perbaikan secara terus menerus terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawa bahaya •    Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar dan •    Meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolahan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar dimasyarakat. MATERI PELATIHAN •    Prinsip dasar HACCP-Hazard Analysis Critical Control Points •    Persyaratan Sistem Kemanan Pangan (HACCP & ISO 22000:2005) •    Aspek-aspek Kelayakan dasar dan penerapan sistem keamanan pangan •  ...
Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

  HSE CENTER – Ketahanan energi nasional dalam beberapa bulan belakangan kian hangat diperbincangkan. Apalagi, setelah kenaikan harga elpiji 12 kg dan pembatasan BBM bersubsidi direalisasikan pemerintah pada Agustus 2014.Tak ayal, gelombang kritik dan pertanyaan akan kinerja PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas (Migas) pun muncul sebagai konsekuensi logis kebijakan itu.Kompas.com dan beberapa media serta rombongan Kompasianer (Sebutan bagi bloger yang tergabung dalam Kompasiana) berkesempatan menyambangi kapal penampung elpiji milik Pertamina yaitu Kapal Pertamina LPG 2 di Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa timur, Kamis (9/10/2014).Takjub, begitu ekspresi rombongan setalah melihat kapal yang memiliki lambung berwarna merah dengan tulisan “PERTAMINA LPG” dari kejauhan.Kapal dengan panjang 225 meter, lebar 37 meter dan tinggi 51 meter itu nampak gagah di tengah arus tenang Teluk Kalbut siang itu.Letak kapal yang berada ditengah laut harus dicapai dengan menaiki kapal kecil nelayan dan kemudian berpindah menggunakan kapal sedang sebelum akhirnya mencapai Kapal Pertamina LPG 2Setelah dipersilahkan naik dan disambut Kapten Kapal dan awaknya, rombongan diajak melihat beberapa bagian kapal tersebut.  Kapten Kapal, Kosim mengatakan, kapal itu dilengkapi teknologi yang sangat modern. Dalam navigasi misalnya, kapal ini memiliki Global Positioning System (GPS) untuk sistem navigasi yang memanfaatkan satelit.Selain itu, kapal seharga 73 juta dollar AS itu juga dilengkapi dengan radar anti sadap, Voyage data recorder (VDR) untuk mampu merekam semua aktivitas termasuk perbincangan di dalam anjungan kapal, dan kemampuan melaju sampai kecepatan 18 knot atau 18 mil laut per jam.Tak hanya itu, teknologi canggih pun terlihat dalam ruangcontroller kapal. Semua jaringan kapal termasuk alat pengecekan jumlah serta suhu gas yang ada ditangki yang terletak dilambung kapal memakai sistem online. Dengan begitu maka yang setiap perubahan...
Belum Groundbreaking, Ini Alasan Tol Trans Sumatera Hanya Diluncurkan

Belum Groundbreaking, Ini Alasan Tol Trans Sumatera Hanya Diluncurkan

Jakarta -Pekan depan Pemerintah hanya akan meluncurkan proyek Tol Trans Sumatera. Dari 23 ruas tol sepanjang 2.600 Km, ruas Medan-Binjai adalah yang pertama kali akan diluncurkan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menuturkan alasan kenapa tol Trans Sumatera masih sebatas peluncuran, bukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama konstruksi pembangunan. Menurutnya, ada proses administrasi yang panjang harus dilalui oleh PT Hutama Karya (HK) sebagai BUMN yang menggarap tol. HK merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ditunjuk oleh pemerintah tanpa tender. Selain itu, sebagai BUJT maka HK bukan sebagai kontraktor. “HK Sebagai Badan usaha jalan tol. HK Harus teken PPJT (Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol) dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), teken kontrak,” ujarnya di kantor Kemenko, Jakarta, Kamis (2/10/2014).Kemudian HK juga harus mendapatkan kepastian pembiayaan dari perbankan. Dilanjutkan dengan kerjasama dengan kontraktor yang menjadi mitra pembangunan tol tersebut.“Jadi agak lama. Kalau groundbreaking itu dilakukan jika pemborongnya (kontraktornya) sudah ada,” sebutnya.Djoko menilai proyek ini akan berjalan, karena sudah ditugaskan melalui Peraturan Presiden (Perpres).“Jadi kalau kepastian dibangun sudah ada. Kan sudah ada Perpres. Untuk groundbreaking harus menunggu tender kontraktor, karena ini belum maka dicanangkan dulu,” papar Djoko.Bila berjalan normal, ia memperkirakan tahun depan sudah bisa groundbreaking. Tentunya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).“Tahun depan saya rasa bisa groundbreaking. Kalau tahun ini mungkin tidak,” tegasnya.   Sumber : financial.detik.com   Tags: jadwal pelatihan ahli k3 umum, pelatihan ahli k3 umum 2010, pelatihan ahli k3 umum 3 15 agustus, pelatihan ahli k3 umum 3 2009, training ahli k3 umum 2011, kursus ahli k3 umum, training ahli k3 listrik, training ak3 umum 2010, ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans ) ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans ) ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans...
Pamit Wudhu, Seorang Pemuda Bunuh Diri Meloncat ke Sumur

Pamit Wudhu, Seorang Pemuda Bunuh Diri Meloncat ke Sumur

  Hse Center  – Seorang pemuda bernama Fauzi (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 30 meter, Kamis (25/9/2014) malam. Fauzi langsung tewas di dalam sumur tersebut, dan mayatnya baru bisa diangkat pada Jumat (26/9/2014) sore. Dugaan sementara, Fauzi loncat ke dalam sumur tersebut karena mengalami depresi. Peristiwa itu bermula saat korban yang sedang berada di dalam rumah, kemudian berpamitan untuk berwudhu. Sesaat kemudian, terdengar suara benda besar yang jatuh ke dalam sumur. “Waktu itu, ibu korban tidak curiga karena dikira memang ada benda yang jatuh. Namun karena penasaran, dia (ibu korban) mendatangi sumur tersebut,” ungkap Paini, salah satu tetangga Fauzi. Begitu melihat sumur tersebut, ibunda Fauzi langsung berteriak histeris. Sebab, di pinggir sumur ditemukan sandal dan sarung milik anaknya. “Saat mendengar teriakan itu seluruh warga disekitar langsung berhamburan, menuju lokasi kejadian. Bahkan, saat itu ibu korban ingin melompat ke dalam sumur, namun warga langsung menenangkannya,” imbuhnya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat, dan saat itu juga petugas berkoordinasi dengan tim Badan Sar Nasional (Basarnas) untuk pengangkatan. “Waktu itu sudah cukup malam, sekitar pukul 12 malam Basarnas datang,” jelasnya. Namun, saat itu proses pengangkatan jasad Fauzi gagal karena selain sudah malam, dan di dalam sumur banyak tumpukan sampah. Pengangkatan jenazah dilanjutkan Jumat pagi. Mayat Fauzi baru bisa diangkat pada pukul 15.00 WIB, dan langsung dibawa ke Puskesmas Silo. “Kami sebenanrya mau bawah jenazahnya ke RSUD Soebandi, untuk dilakukan otopsi, namun keluarga menolak, akhirnya kita bawa ke puskesmas untuk dilakukan visum,” jelas Kepala Polsek Sempolan, AKP Adi Sutjipto. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),...
Page 1 of 212
error: Content is protected !!