Membangun Karakter Safety Officer

Karakter Safety Man, Karakter Safety Officer, Karakter Seorang HSE, Membangun Karakter Safety Man, Membangun Karakter Safety Officer

Menciptakan/ Membangun Karakter Safety Officer yang tangguh dan menjadi seorang Leader

Menciptakan Karakter Safety Officer yang tangguh dan menjadi seorang Leader

Forum K3 | Seperti kita ketahui bahwa keberhasilan atau kunci sukses menjadi seorang Safety Officer ditentukan banyak hal antara lain behavior, culture, leadership, commitmen, Awareness, Attitude yang satu dengan yang lain saling berkaitan.

Ada satu hal unik yang Saya temukan di matematika, anggaplah semua hal yang diatas kita nilai dari masing masing huruf yang masing masing huruf kita analogikan sebagai berikut A=1 B=2 C=3 D=4…..dan seterusnya. Berapakah nilai masing masing factor yang mempengaruhi keberhasilan sebagai Safety Officer?

BEHAVIOUR => B =2 E=5 H=8 A=1 V=22 I=9 O=15 U=21 R=18 Total nilainya adalah 2+5+8+1+22+9+15+21+18=101

Bagaimana dengan yang lain culture=101 Leadership=97 Commitmen=105 Awareness=95 dan yang terakhir Attitude=100.

Dalam skala nilai angka penilaian 100 adalah angka yang sempurna. Terlepas dari nilai matematika diatas, Sikap, Tingkah Laku, Gaya kita menurut pribadi saya merupakan kunci sukses yang utama untuk menjadi seorang SAFETY OFFICER bagaimana kita menempatkan diri di lingkungan dengan memberi contoh atau tauladan, memberikan ilmu untuk pembelajaran, bagaimana cara kita menegur tanpa membuat tersinggung orang yang ditegur, bagaimana menempatkan ketegasasan jika menemukan ketidak kesesuaian, dan lain sebagainya.

Semakin kita “berwibawa” akan semakin banyak follower Kita, seorang pemimpin yang berhasil bukan dinilai dari Power atau kekuasaan tapi seberapa besar pengaruhnya dalam sebuah kelompok dan seberapa besar orang akan mengikuti.

Mungkin ini sedikit ocehan tentang Leadership Seorang Safety Officer masih banyak yang perlu dipelajari dan digali. Bagaimana pendapat rekan rekan HSE INDONESIA?

Ayo budayakan komen dan berani bicara jangan Cuma bisa Like tanpa ada kata – kata hehehehehe.

SALAM K3

Budhi Setiyawan SAFETY OFFICER di PT. PARAMA MATRA WIDYA

Budhi Setiyawan SAFETY OFFICER di PT. PARAMA MATRA WIDYA


Septian Adri - Public Safety Officer di PT Dalle Engineering ConstructionSeptian Adri – Public Safety Officer di PT Dalle Engineering Construction

Setuju dg anda, saya jd ingat pelatihan ESQ yg pernah saya beberapa th yg lalu ternyata attitude itu salah satu kunci sukses dlm karir kita. Tambahan dari saya kunci sukses sebagai Safety Officer adalah pendekatan yg tepat terhadap masing-masing personil sehingga mereka paham tentang apa yg kita inginkan dalm hal keselamatan dan kesehatan kerja.

Yogi AstradaYogi Astrada - HSE Advisor – HSE Advisor

Safety Officer = Sales keselamatan. jika sales itu berhasil memasarkan produk keselamatan maka banyak yang menggunakan produk tsb, maka akan naik pangsa pasar pola kerja aman. heheheee

 

Yusky Edwardhony - SHE Operations PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA (ASTRA GROUP)Yusky Edwardhony – SHE Operations PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA (ASTRA GROUP)

Attitude mempengaruhi semuanya….salah satu agar menjadi HSE/EHS/SHE yang Leadership…nice share



rudi putroRudi Putro

Saya termasuk baru dr dunia safety ini. Memang sangat krusial bagi seorang safety unt menempatkan diri sbg pengawas K3. Krn itulah kita dituntut fleksible dilapangan ttp tanpa mengurangi aturan” K3 yg harus kita terapkn dilapangan. Karena kita tidak harus hanya memberitahu, menyuruh atau menghentikan suatu proses kerja yg salah atau kurang benar. Tetapi harus juga bisa memberikan jalan keluar atau Winning Solutiony.

Jangan lupa juga….seorang safety officer harus memiliki pengetahuan berbasis kompetensi. Attitude, personal approach,etc…cukup baik, tapi sifatnya sementara. Ketika kita dihadapkan dengan banyaknya kondisi & tindakan yang tidak aman, maka kompetensi seseorang akan dipertaruhkan disana kapan dia harus tegas dan kapan bisa kompromi. Pada saat kita hadir memperbaiki kondisi & tindakan yang tidak aman, saat itulah kita menunjukkan siapa kita sebenarnya. Bila harus tegas kita harus tahu dan mengerti dasar atau acuan dari aturan & peraturan yang berlaku internal maupun eksternal, dan sebaliknya bila harus berkompromi kita harus mampu memberi solusi yang tidak merugikan siapapun. Satu hal yang harus kita ingat bahwa “safety” itu tidak bisa jalan sendiri. Dia harus mampu berintegrasi dengan semua disiplin disekitarnya……silahkan di lengkapi oleh rekan2 yang lain. Terima kasih….

SRI PUJI WASITASRI PUJI WASITA – INTRUKTUR HSE – K3 OIL AND GAS BNSP CERTIFICATION di PT. Health & Safety Protection Academy

Seorang Personal Safety Officer selain ditentukan banyak hal antara lain behavior, culture, leadership, commitmen, Awareness, dan Attitude yang satu dengan yang lain saling berkaitan, juga harus bersertifikasi yang jela serta pro akfif didalam pengelolaan management keselamatan kerja karyawan.
Kebanyakan mereka tidak berhasil dalam menciptakan budaya safety di sebuah lingkunganya dikarenakan kurangnya kesadaran perusahaan mendukung logistic perlengkapan yang diperlukan pihak depertemen safety. Kebayakan management memperhitungkan kethekoran/kerugian dibanding nilai pengadaan barang barang yang diperlukan untuk pemenuhan safety. Baru setelah meledaknya angka kecelakaan tudingan di arahkan di departemen Safety, tanpa mau memberikan basis intropeksi penyebabnya yang disebabkanya sulit mengeluarkan permintaan oleh perusahaan.
Theory Gunung Es sebenarnya cukup menjelaskan kepada perusahaan, kalau tak mau merugi lebih besar, ya pemenuhan alat alat yang dibutuhkan untuk proteksi kecelakaan kerja harus dipenuhi se maksimal mungkin.

Jaya SaputraJaya Saputra Pekerja Pengawas Keselamatan Kerja ( Safety Man )

  1. Saya sependapat dengan apa yang di uraikan oleh pak Sri Piji, dari beberapa pengalaman kerja yang pernah saya alami, menemukan beberapa hal sbb.:
    – Perusahaan harus komitmen dengan Departemen Safety (sesuai dengan HSE Plan)
    – Peralatan kerja yang standar dan layak pakai.
    – Pekerja yang Disiplin dimulai dari Helper sampai dengan Site Manager
    – Penghargaan untuk pekerja.

Mudah – mudahan dengan temuan yang pernah saya alami, dapat menambah wawasan untuk semuanya, dan mohon maaf dengan keterbatasan wawasan saya.

SRI PUJI WASITASRI PUJI WASITA

Dengan penambahan uraian Bapak Jaya Saputra, menjadi lengkaplah keselamatan kerja (ZERO INCIDENT) Insya Alloh tercapai. Amin

Yanuar Yogha PradanaYanuar Yogha Pradana – HSE COORDINATOR at PT. RAMA KARUNIA ENERGI

God yes Yoi. Saya senang sekali membacanya, ilmu dan pengalaman bekerja yg bisa menambah materi pekerjaan saya. Saya perlu banyak pemahaman dan bimbingan untuk job HSE ini. Karena background pendidikan sarjana saya bukan lah HSE, namun saya awal bekerja di company langsung jadi HSE Officer melalui beberapa basic training HSE dan sejenisnya, insyaallah menyusul tahun ini saya bisa training dan sertifikasi ahli K3 MIGAS di Cepu. Amin. Sukses buat HSE indonesia

Dedi Kurniawan

Setuju sekali, attitute tidak hanya diperlukan di tempat kerja namun juga diluar lingkungan kerja. Walaupun buka orang HSE saya sangat tertarik untuk mendalami bidang ini…. thanks.


Eki Riswandi 

Yup pas banget. Attitude dalam menyampai ide dan saran sangatlah penting, karena akan sangat menentukan diterima atau tidaknya ide kita tersebut. Sebagus dan sehebat apapun ide n saran kita, jika penyampaiannya tidak pas maka akan ditolak. Salam…

Budhi Setiyawan

SRI PUJI WASITA

sebuah makna arti “attitude” sungguh merupakan penjabaranya bermakna luar biasa. Sepandai apapun kalau attitudenya tidak bagus. weleh weleh, harus diperhitungkan” hanya menyakitkan hati dan perasaan dan bikin dongkol”
Hidup attitude. Kita bangun budaya dengan pondsi attitude untuk tumbuh menjadi besar. amin

Budhi SetiyawanEry Dodo

 


Attitude sangat dalam

Budhi SetiyawanRochmad Santoso

Zero accident bukanlah tujuan pokok adanya safety, yg lebih mendasar dari sebuah keselamatan adalah budaya berfikir dari masing2 individu jk keselamatan bukan gi sebuah anjuran, perintah atau slogan dari petugas safety tapi sebuah kesadaran individu , so mean seat. Salam safety. .

Budhi Setiyawan

Meydiko Purnomo – Chief HSE Officer

Safety Officer yang berhasil adalah yang dapat memberikan pemahaman dan dapat mengimplementasikan kepada mereka. Salam K3

Budhi SetiyawanM Benaya sinaga

 

Benar adanya..tapi semua unsur yg sudah di sebutkan diatas harus dijalan kan secara bersamaan..

Budhi SetiyawanSRI PUJI WASITA

Budaya Safety, adalah pola berfikir dengan sadar tanpa digurui. Kecelakaan dapat diminimalisasi dengan pola trainning-trainnng, pemasangan slogan, buklet, selebaran selebaran, tailgate meeting sebelum pekerjaan dilakukan dll dan kecelakaan pada prinsipnya tidak bisa dihindari. HSE PROGRAM & HSE PLAN harus seiring sejalan.

Budhi SetiyawanSugeng Budiono – Safety Specialist at PT. Kone Indo Elevator

Keberhasilan menjalankan kesadaran keselamatan bukan hanya ditentukan oleh safety officer TETAPI bagaimana KOMITMEN perusahaan terhadap keselamatan pekerjanya. Buat apa seorang safety officer yang banyak berpengalaman, skill memadai, sertifikat banyak TETAPI TIDAK didukung KOMITMEN yang jelas dari perusahaan dalam menjalankan K3. Banyak perusahaan yang mempunyai seorang safety officer tetapi hanya sekedar formalitas belaka (ada atau tidaknya safety officer, bisnis perusahaan akan terus tetap jalan). Bagaimana cara membuat sistem bisnis perusahaan tidak akan jalan jika tidak ada seorang safety officer untuk menerapkan keselamatan kerja. Jika ada perusahaan seperti itu, saya yakin penerapan sistem keselamatan kerja akan berjalan dengan baik dan skill seorang safety officer semakin berkembang. trims

Budhi SetiyawanMujahidin Mudja – QHSE at PT. Pertamina Drilling

Sangat setuju dengan koment dari pak Sugeng, safety memang harus dibangun dari kultur attitude dalam hal ini dari lisan terlebih dahulu baru perbuatan, kesemuanya ini perlu dukungan penuh dari masing2 pucuk pimpinan tertinggi terhadap seberapa besar komitmentnya terhadap budaya safety, karena jika ingin membudayakan safety dilingkungan pekerjaan perlu dukungan penuh dari segala segi. Mudah-mudahan safet akan lebih membudaya di segala lapisan dan dapat di tularkan kepada keluarga sejak dini. Sukses selalu safety indonesia.

Budhi Setiyawan

SRI PUJI WASITA

Apapun komentar” attitude “memiliki faktor dasar untuk pengembangan budaya Safety yang di Indonesia masih minim kesadaranya.
Kita harus bangun budaya safety dimulai dari diri kita dulu, keluarga, lingkungan tempat kita kerja, kemasyarakat, dan mengembang secara global. Di USA disana orang mau naik tangga saja sdh paham pentingnya memakai APD yang disiapkan. Semoga safety berkembang disanubari bangsa Indonesia yang masih memiliki dogma, ah… kalau takdirnya jatuh ya jatuh, kalau takdirnya mati ya mau apapun tetap mati. Budaya pasrah ini yang menghambat !!!

Herdi Oetomo – Board of directors at PT Global MITRA Andalan
Betul sekali …. seorang safety officer harus mempunyai kemampuan influence/mempengaruhi orang lain agar bisa selalu menjaga safe behavior …. untuk itu safety officer harus memiliki safety communication skill yg memadai …. agar message yg disampaikan bs menpengaruhi behavior pekerja.

Budhi Setiyawan


Balyan pulungan – Safety Officer in PT. DYNACAST INDONESIA

Hilangkan semua penghalang sukses, dengan olah sikap yang baik, dan hasilnya akan luarr biasa.


Source

Forum K3, Membangun Karakter Safety Officer,  Membangun Karakter Safety Man, Karakter Safety Officer, Karakter Seorang HSE,

21339 Total Views 2 Views Today

Type U'r Comments | Ketik Komentar Anda

comments

468 ad

5 Comments

  1. Dear All,
    Intinya saya sependapat dengan teman-teman semuanya, harapan kedepan mudah2an semua orang terutama pekerja mempunyai pola pikir yang sama sehingga para petugas HSE diperusahaan tidak terlalu sibuk mengingatkan pekerja terhadap bahaya bahaya yg ada, jadikanlah keselamatan merupakan ” KEBUTUHAN POKOK ”
    Ibarat kita hidup : butuh makan, butuh minum,dll demi untuk kelangsungan hidup kita.

    Terima kasih

    Salam K3

    Reply
  2. Bukan hanya di HSE saja yang harus dikembangkan untuk attitude, didalam segala ilmu juga perlu dikembangkan attitude.
    HSE adalah pekerjaan yang mulia sehingga attitude itu adalah hal yang paling utama. Jika attitude baik maka semua akan berjalan dengan baik.

    Salam Safety,

    Reply
  3. Saya setuju tapi yang jadi masalah ketika perusahaan terutama di divisi lain berbeda visi misi dgn safety officer yg mereka anggap mjd penghambat kinerja atau mencari”kesalahan pekerjaan mereka. tidak mudah memang dan spt komen diatas kita layaknya sales yang harus sering telan kegagalan krn barang dagangan tidak laku yang didapat hny rasa permusuhan krn merasa pekerjaan mereka terusik akan promosi kita tentang K3.
    Saya bukan sarjana tapi senang akan dunia K3 sejak masih STM dulu, kebetulan sy terlatih soal P3K dan ilmu ini yg membuat saya bisa bergabung di SO Green Bay Pluit sejak 5bln yg lalu dan saya harus banyak belajar dan trs belajar sampai batas kemampuan saya soal K3 berikut turunannya.
    mohon bimbingan dan arahannya dari semua.
    terima kasih

    Reply
  4. Saya Setuju….Dalam Hal ini penerapan terkait bagaimana kita memberikan rasa aman dan Nyaman para pekerja dibawah kita…Kerja baik dengan komunikasi baik adalah cara tepat untuk keharmonisan dalam banyak aspek.

    Reply
  5. Dengan keikhlasan smoga mnjd berkah. Aamiin
    Salam HSE

    Reply

Leave a Reply

error: Content is protected !!