Semburan Lumpur & Gas Membahayakan Warga Manggar Balikpapan

Semburan Lumpur & Gas Membahayakan Warga Manggar Balikpapan

Semburan Lumpur & Gas Manggar Balikpapan | Wakil Walikota Balikpapan, Heru Bambang dan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Balikpapan, M Fadli meninjau langsung lokasi terjadinya semburan lumpur disertai gas di Kelurahan Manggar Baru Balikpapan, Sabtu malam. “Kita masih belum menentukan status namun warga sekitar lokasi sudah diungsikan ke asrama haji dan telah dipasang tenda penampungan,” kata Heru di lokasi kejadian. Pemkot Balikpapan masih menunggu hasil dari Bapedalda untuk mengambil langkah selanjutnya terkait semburan gas tersebut, katanya. “Semua elemen masyarakat saling bahu membahu untuk mengatasi semburan gas ini,” kata Heru. “Orang-orang panik ketika mendengar ada gas menyembur. Mereka bilang awas ada lumpur Lapindo. Orang-orang langsung keluar keluar bawa barang dari sini,” kata Paimun, warga setempat yang rumahnya hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi semburan. Paimun mengatakan, semburan gas berawal dari upaya warga yang sedang mengebor tanah untuk mencari air di dekat sebuah masjid. Sebelum semburan tersebut muncul, warga sudah dua hari mengebor tanah di samping masjid Al Iklas itu. Tak disangka, justru yang muncul adalah gas bercampur lumpur. “Orang yang ngebor langsung larian. Mereka teriak ada gas. Saya ke sana. Tinggi gasnya dan lumpur bisa sampai setinggi pohon kelapa,” kata Dian, warga lain. Sejak kejadian pada pukul 17.00 tersebut, listrik di kawasan itu masih padam hingga malam. Puluhan personel TNI dari 600/Raider dan Zeni Tempur Kodam VI/Mulawarman mengamankan lokasi semburan gas dan lumpur dari di Kelurahan Manggar, Sabtu malam. “Anggota TNI dari 600/Raider dan Zeni Tempur sebanyak 85 personel,” kata Letnan Satu Yusuf di lokasi kejadian. Selain mengamankan lokasi tempat keluarnya gas, anggota TNI juga terlihat membantu warga sekitar yang mengungsi ke gedung debarkasi haji Balikpapan. Serta mengamankan rumah-rumah warga...
Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for your Learning . Case History #1 Worker Killed When Struck by Falling Exhaust Stack Shipyard workers were using a wheel-mounted crane to reposition two exhaust stacks that had been removed from a vessel. The exhaust stacks were being placed close to each other while they were being prepared for sandblasting and painting. The crane operator placed one exhaust stack on its side and leaned the second stack against it while preparing to move the second stack onto its side. The crane operator then slackened the line so that a rigger could reposition the wire rope. As the rigger approached the second stack, the 3-ton exhaust stack fell over and struck the rigger in the back of the head, killing him instantly. Possible ways to prevent this type of accident: Fully understand the sequence of rigging events. Understand the balance point of material. Ensure the drop position is secure. Ensure the lifted item is chocked, if possible. Case History #2 Worker Killed When Struck by Falling Anchor Chain A crew was rigging an anchor chain that weighed 29 tons to a 40-ton gantry crane using a 5/8 inch cable. The anchor chain was being lifted in ten 90-foot coils. They were moving the chain from a drydock to a barge for shipping. The load was moved over the barge and the operator was about to lay it down when one of the cables snapped, causing a coil of chain to fall. At the same time a worker was boarding the barge to help the riggers. The falling coil of anchor chain struck the worker on the...
Halliburton Worker Killed, 2 Injured at Fracking Site in Weld County

Halliburton Worker Killed, 2 Injured at Fracking Site in Weld County

Kecelakaan Kerja – Pada hari Kamis kemarin kira-kira jam.09:30 waktu setempat, telah terjadi ledakan pada sebuah pipa air yang membeku bertekanan tinggi di Fort Lupton, dekat jalan Negara Bagian Weld dekat Mead sebelah utara Colorado 66, sewaktu kru sedang melakukan “fracking operation” di sumur milik Anadarko Petroleum Corp. Pada peristiwa itu telah mengakibatkan meninggalnya seorang kru Halliburton Co. Texas dan mencederai 2 orang lainnya. Kedua orang yang terluka : Thomas Sedlmayr ( 48 thn) dan Grant Casey (28 thn) dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Denver di Rockies, Loveland. Dengan terjadinya kecelakaan itu, Anadarko diminta untuk menghentikan sementara kegiatan “fracking”-nya dengan alasan kemanan. Menurut keterangan, pada saat itu suhu kira-kira 10derajat setelah malam sebelumnya suhu sempat di bawah 0derajat. Pagi itu kru berusaha memanasi pipa untuk mencairkan air di dalamnya, kemudian terjadi kebocoran pada katup air bertekanan tinggi dan mengakibatkan ledakan. Semburan air yang memancar dari ledakan pipa diperkirakan berkekuatan 2,500 to 3,000 psi. Belasan orang baru bekerja di lokasi yang panjangnya kira-kira 200 yards. Pada tahun 2012 yang lalu, di negara bagian Weld, seorang karyawan berusia 60 tahun juga meninggal dunia, ketika terjadi ledakan gas bertekanan tinggi di sumur Davis milik Encana Corp, sewaktu kru baru mulai mempersiapkan akan mulai memompa tags; kecelakaan kerja di pabrik, gambar kecelakaan kerja, pengertian kecelakaan kerja, makalah kecelakaan kerja, kasus kecelakaan kerja, contoh kecelakaan kerja, artikel kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan...
Kecelakaan Kerja Di Ketinggian Gedung Telkom Pekanbaru

Kecelakaan Kerja Di Ketinggian Gedung Telkom Pekanbaru

Kecelakaan Kerja Bekerja Di Ketinggian – Seorang pekerja proyek gedung Telkom di simpang Jalan Sudirman Pekanbaru, terjatuh dari lantai 2, Jumat (14/11) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Diduga, karyawan itu terjun bebas dari lantai atas. Menurut warga sekitar dan pengunjung kedai kopi yang tak jauh dari pembangunan gedung Telkom itu, 3 jam setelah kejadian, warga melihat ada tukang bangunan pekerja PT Hutama Karya yang jatuh dan disinyalir tewas. “Ada pekerja yang jatuh dari lantai dua tepatnya di sisi sebelah kiri bangunan yang berdempetan dengan gedung lama. Kabarnya dia dilarikan ke rumah sakit dan meninggal,” kata Rudi, pengunjung salah satu warkop. Sementara itu, salah satu petugas keamanan di pintu masuk gedung Telkom yang ditemui mengakui ada kecelakaan itu. Namun, dia menolak berkomentar lebih lanjut. “Bukan kami (Telkom) yang bangun pak. Coba tanya kontraktornya,” katanya. Saat dikonfirmasi ke pihak kontraktor PT Hutama Karya (HK), pintu masuk ke area proyek itu ditutup rapat dengan gerbang dilapisi seng. Seorang karyawan yang menjaga pintu itu saat ditanyai menolak mengomentari lebih lanjut. Selain membantah korban itu tewas, Ia juga mengatakan bahwa korban itu jatuh dari lantai dua. “Dari lantai dua. Saya ga tau di rumah sakit mana dilarikan. Maaf ya,” katanya. Sumber lain di lapangan menyebutkan bahwa buruh atau pekerja bangunan itu merupakan pria asal Pulau Jawa. Tugasnya, melakukan pengecatan di gedung yang diketahui belum memiliki izin lengkap itu. [eko] Sumber: Merdeka.com www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-terjun-bebas-dari-lantai-2-gedung-telkom-pekanbaru.html Tags: Kecelakaan kerja bekerja di ketinggian, bekerja diketinggian, kecelakaan kerja diketinggian,  santunan kecelakaan kerja, kecelakaan kerja di pabrik, gambar kecelakaan kerja, pengertian kecelakaan kerja, makalah kecelakaan kerja, kasus kecelakaan kerja, contoh kecelakaan kerja, artikel kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan...
Seperti Apa Pengawasan K3 Perusahaan di Jogja

Seperti Apa Pengawasan K3 Perusahaan di Jogja

JOGJA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja mengakui belum optimalnya sosialisasi pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada perusahaan di Kota Jogja. Pengawas Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kota Jogja, Suharyana mengatakan ada sejumlah hambatan yang ditemui lembaganya seperti jumlah pengawas ketenagakerjaan tak sebanding dengan perusahaan dan objek yang harus diawasi. Objek yang dimaksud antara lain sarana, termasuk alat yang digunakan dalam pekerjaan dapat dipastikan aman. Selain itu, penyuluhan yang kurang optimal karena keterbatasan anggaran. “Sejauh ini anggaran baru memenuhi kebutuhan penyuluhan kepada 30 perusahaan dalam setahun. Selain itu, peserta yang datang saat penyuluhan, tidak banyak yang kemudian menerangkan kembali yang didapat dari penyuluhan, kepada rekan kerja,” tutur Suharyana, Sabtu (8/11/2014). Pengangguran, kata Suharyana juga menjadi hambatan. Mereka yang bekerja sebenarnya tahu kebutuhan akan K3. Jika perusahaan tempat mereka bekerja tak maksimal dalam penyediaan fasilitas itu, mereka memilih bertahan. “Daripada menganggur, lebih baik bekerja. Padahal K3 belum terpenuhi, ini kan namanya keterpaksaan,” terangnya. Kesadaran perusahaan untuk menganggap bahwa K3 adalah invenstasi, sehingga belum semua perusahaan memiliki ahli K3. “K3 masih dianggap cost [biaya] oleh perusahaan. Padahal ahli K3 yang tersertifikasi itu, merupakan perpanjangan tangan pengawas dinas, di masing-masing perusahaan,” ucapnya lagi. Dinsosnakertrans, sambungnya, terus mengawasi dan mengampanyekan pelaksanan K3 di tiap perusahaan. Dan kampanye ini, akan semakin gencar dilakukan pada awal Januari 2015, bertepatan dengan Bulan K3. Disinggung jumlah terjadinya kecelakaan kerja di Kota Jogja, ia menunjukkan data yang mengalami kenaikan dan penurunan di tiap tahun, meski sempat terjadi kenaikan pada tahun tertentu. Ditambahkan pula, data di atas, merupakan data kecelakaan kerja yang dilaporkan oleh perusahaan. Suharyana tak menampik kemungkinan adanya perusahaan yang enggan melapor. Harianjogja,com, tags; kecelakaan...
KECELAKAAN KERJA BERBUAH TUMOR

KECELAKAAN KERJA BERBUAH TUMOR

Kecelakaan kerja saat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dialami Agus Simangunsong (30) pada Desember tahun 2002, tidak hanya membuat warga Jalan Pelajar, Gang Kurnia No. 15 Medan itu kehilangan satu bola matanya. Efek kecelakaan itu membuahkan tumor sebesar buah jambu biji di rongga mata kanannya. Tumor terus menggerogoti Agus. Tubuhnya kian kurus dan melemah. Sekantung darah menetes pelan masuk ke tubuhnya melalui infus. “Dulu saat Agus masih STM tepatnya tahun 2002, dia PKL. Saat ngelas mengenai biji matanya,” kata Hasan Simangunsong (75) Ayah Agus membuka kisah bagaimana awal muasal tumor yang telah menutupi mata dan sedikit wajah anaknya, saat ditemui di ruang Rindu A5 Gabungan, RSUP H Adam Malik. Mendapati Agus alami musibah, Hasan membawa Agus berobat ke salah seorang dokter mata dekat kolam renang Sisingamangaraja. Dokter tak sanggup dan angkat tangan untuk menanganinya. Hasan membawa Agus berobat ke Profesor Sihotang pada tahun 2003. Diagnosa Sihotang, bola mata Agus harus segera diangkat dengan biaya operasi Rp50 juta. “Dijual pun saya, semua tidak ada itu,” kata Hasan. Jika di rumah sakit kita tidak sanggup peralatannya, harus menyewa dari rumah sakit Herna. Lalu ada teman di Rumah Sakit Gleeni yang kini menjadi Rumah Sakit Colombia Asia mematok biaya operasi sebesar Rp75 juta. Frustasi dengan besarnya biaya operasi ia pun bertanya keapda pihak RS Pirngadi. Di sana biaya operasi hanya Rp15 juta. “Saat itu belum ada Jamkesmas,” katanya seraya menambahkan Agus sudah pernah dioperasi oleh Dokter Mimi dan Nurhaida dengan mengangkat bola mata Agus tahun 2003. Sejak itu, Agus tak lagi memiliki bola mata. Kelihatanlah tempat bola mata Agus bolong dan menakutkan bagi yang melihat. “Saat itu, saya sarankan Agus membawa...
Page 6 of 16« First...45678...Last »