Maersk Voyager – Maersk Drilling 4th

Maersk Voyager – Maersk Drilling 4th

Maersk Voyager – Maersk Drilling 4th Pada hari Kamis kemarin di galangan kapal Samsung Heavy Industries (SHI) di Geoje, Korea Selatam, Maersk Drilling telah menamai “rig kapal untuk laut sangat dalam”nya yang keempat. Nyonya Lene Berg, istri Gregers Kudsk, Vice President Maersk Drilling telah mendapat kehormatan memberi nama “Maersk Voyager”. Ini merupakan yang keempat dari serangkaian pesanan 4 “rig kapal untuk laut sangat dalam” pada tahun 2011 dengan total investasi US$2.6 M. Maersk Voyager dijadualkan akan dikirim pada Kwartal ke 4 tahun 2014 dan sampai saat ini masih belum memperoleh kontrak. Dengan panjang 745 kaki (228 m), mampu bekerja di kedalaman laut 12.000 kaki (3.650 m) dan bisa mengebor sumur sedalam 40.000 kaki (12.200 m). Mempunyai menara dobel dan penyimpanan peralatan bawah laut yang luas, Rig dirancang untuk konstruksi sumur yang efisien dan aktifitas pengembangan di lapangan yang tidak memakan waktu/mengganggu pengeboran. Dengan sistim kontrol posisi Rig yang canggih, secara otomatis Rig bisa tetap bertahan di tempatnya dalam cuaca buruk, misalnya ombak setinggi 11 meter dan kecepatan angin 26 meter/detik. Peralatan khusus dalam hal keselamatan di atas Rig sudah dipersiapkan, beraneka Mesin Kontrol di lantai bor dengan tingkat otomatisasi yang tinggi menjanjikan operasional yang aman dan kinerja yang konsisten. Bertambahnya kapasitas dan perpindahan yang lebih cepat akan mengurangi biaya keseluruhan bagi Perusahaan-perusahaan Minyak yang menyewa Rig ini. Maersk Drilling telah menerima kiriman Rig kapal pertamanya “Maersk Viking” pada bulan Pebruari 2014 dan telah berlayar ke Teluk Meksik o untuk dikontrak ExxonMobil selama 3 tahun. Rigkapal kedua “Maersk Valiant” sudah dikirim pada bulan April 2014 dan dikontrak oleh ConocoPhillips & Marathon Oil selama 3 tahun di Teluk Meksiko juga. Sementara...
Grasberg – PT Freeport Berduka – 4 Tewas

Grasberg – PT Freeport Berduka – 4 Tewas

Grasberg – PT Freeport Berduka – 4 Tewas Kecelakaan Kerja Freeport – Jakarta -Pada hari ini kecelakaan kerja kembali terjadi pada tambang emas Freeport di Papua. Kecelakaan yang terjadi pagi tadi menelan 4 korban jiwa.VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Daisy Primayanti mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 07.24 WIT tadi, di salah satu tambang emas terbesar dunia ini.“Terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi 8 orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang CAT 785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI),” kata Daisy dalam keterangannya, Sabtu (27/9/2014). Setelah insiden terjadi, Daisy mengatakan, Tim Tanggap Darurat Grasberg Mine Rescue segera diterjunkan untuk memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi.  [dreamwork cats=11] Dari 9 orang yang ada di kendaraan ringan, sebanyak 5 orang pekerja tambang telah diselamatkan dan dievakuasi di Rumah Sakit Tembagapura dalam kondisi selamat. Sementara 4 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura.Demi keselamatan kerja, aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg saat ini dihentikan sementara untuk kegiatan konsolidasi dan proses investigasi. “Freeport telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keluarga besar PT Freeport Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa kami menyertai Almarhum yang telah menjadi bagian Keluarga Besar PTFI dan keluarga yang ditinggalkan,” jelas Daisy.Sebelumnya pada 12 September 2014 lalu, kecelakaan juga terjadi pada tambang bawah tanah Freeport di Papua. Ada 1 korban jiwa dari tragedi tersebut. (dnl/dnl)  via finance.detik,com  Tags: artikel safety, artikel k3, Artikel K3 LH, artikel safety talk, artikel safety talk terbaru, kumpulan artikel safety talk, kecelakaan freeport, kecelakaan...
Sling Lift Putus –  2 Pekerja Tewas

Sling Lift Putus – 2 Pekerja Tewas

Jakarta – Dua pekerja tewas dan satu mengalami luka dalam kecelakaan kerja di proyek Hotel Alila, Kawasan SCBD Lot 11, samping Equity Tower, Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Indra Siregar, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Dikatakan Indra, dua orang korban meninggal dunia itu atas nama Reki Anuri (24), warga Kota Bumi Selatan, Lampung dan Sudadi (48), warga Grobogan, Jawa Tengah. “Korban Reki mengalami luka di dada dan lecet di dahi, sedangkan Sudadi menderita luka robek di bahu kiri, luka bibir, memar di dada, memar perut kanan, dan lecet di kaki kiri,” ujar Indra, Jumat (26/9). Ia menyampaikan, menurut keterangan saksi Junaedi, kronologi kejadian bermula ketika dirinya dan Reki naik lift personal hoiz, dari lantai GF menuju lantai 23. “Setibanya di lantai 23, saksi (Junaedi) keluar lift. Namun, tiba-tiba kabel sling lift terputus dan mengenai saksi sehingga mengalami luka sobek di bawah mata kaki,” ungkapnya. Tapi malang, korban Reki yang masih berada di dalam lift ikut jatuh ke bawah hingga meninggal dunia. “Sedangkan, Sudadi meninggal dunia karena terkena lontaran bantalan beton lift,” bilangnya. Menurutnya, saksi dan kedua korban meninggal sudah dibawa ke Rumah Sakit AL Mintodardjo untuk kepentingan visum. “Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit,” tandasnya. Penulis: Bayu Marhaenjati/FEB Tags: artikel safety, artikel k3, Artikel K3 LH, artikel safety talk, artikel safety talk terbaru, kumpulan artikel safety...
Ledakan Di PLTU Kanci Akibat Kebocoran Pipa

Ledakan Di PLTU Kanci Akibat Kebocoran Pipa

Ledakan Di PLTU Kanci Akibat Kebocoran Pipa  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kanci, Cirebon, Jawa Barat, yang meledak sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (26/9/2014) ternyata akibat pipa boiler yang bocor. “Pipa boiler bocor sehingga menimbulkan ledakan dan asap yang cukup tebal,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Jumat siang. Martinus mangatakan, menurut laporan dari pihak keamanan PLTU, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akibat dari kejadian tersebut,  suplai listrik sebesar 660 MW ke PLN dari PLTU Kanci terhenti. Belum ada informasi lebih lanjut dari pihak PLTU terkait penyebab ledakan tersebut. “Untuk sementara TKP belum bisa didekati. Proses evakusi dilaksanakan secara internal,” tandas Martinus. “Pasokan listrik ke PLN sementara dihentikan akibat ledakan, tapi listrik di wilayah Cirebon aman dengan dukungan pasokan listrik dari daerah lain,” kata dia seusai pertemuan tertutup dengan pihak PLTU di areal PLTU Kanci, Jumat (26/9/2014). Dia menyebutkan, ledakan terjadi pada pipa boiler yang ada di lantai 13 bangunan operasional PLTU Kanci. Penyebab ledakan sejauh ini diduga akibat masalah tekanan. Dia memastikan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak PLTU, lanjut dia, akan menerjunkan teknisi ahli untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Hasilnya, diperkirakan baru akan diketahui Senin (29/9/2014). Pihaknya akan mengawasi pemeriksaan teknisi ahli tersebut. “Kalau ada unsur kesengajaan, baru kami turun,” tambah dia, seraya menyebut kemungkinan adanya faktor human error di balik peristiwa ini. Dia pun menjamin, akibat ledakan tak mempengaruhi kesehatan manusia di sekitar PLTU. Asap yang keluar saat ledakan disebutnya hanya berupa uap. Dengan begitu, warga diimbau tak cemas berlebihan. Tags: artikel safety, artikel k3, Artikel K3 LH, artikel safety talk, artikel safety talk terbaru, kumpulan artikel safety talk, pltu kanci, ledakan pltu kanci, foto pltu...
Tuesday at a Nabors Drilling Rig!

Tuesday at a Nabors Drilling Rig!

Tuesday at a Nabors Drilling rig! WATFORD CITY, N.D. – Inspectors are investigating a drilling rig fire that occurred near here Tuesday afternoon that resulted in one worker’s injury, officials said Wednesday. Authorities responded to a report of a rig explosion at 4:16 p.m. Tuesday at a Nabors Drilling rig on a Whiting Petroleum location, the McKenzie County Sheriff’s Office said. When responders arrived, all workers were clear from the area and one man, identified as Brian Busby, suffered burns to his hands and head that were not life-threatening, the Sheriff’s Office said. Busby was transported to the McKenzie County Hospital in Watford City for treatment. As the fire died down in intensity, fire crews applied foam to the fire to put it out. The initial cause of the fire is believed to be a pressure build-up that caused material to escape and ignite, the Sheriff’s Office said. The Occupational Safety and Health Administration sent a team to investigate the incident, said Eric Brooks, area director for the Bismarck office. The Department of Mineral Resources on Wednesday sent an inspector to the site, which is about 17 miles northeast of Watford City, said spokeswoman Alison Ritter. No releases of crude oil or other liquids were reported due to the fire, Ritter said. Personnel from Nabors were inspecting the rig structure and the top drive for damage, Ritter said. Crews were drilling at about 15,000 feet at the time of the fire, Ritter said. The cause of the fire is under investigation, she said. Tags: artikel safety, artikel k3, Artikel K3 LH, artikel safety talk, artikel safety talk terbaru, kumpulan artikel safety...
Pamit Wudhu, Seorang Pemuda Bunuh Diri Meloncat ke Sumur

Pamit Wudhu, Seorang Pemuda Bunuh Diri Meloncat ke Sumur

  Hse Center  – Seorang pemuda bernama Fauzi (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 30 meter, Kamis (25/9/2014) malam. Fauzi langsung tewas di dalam sumur tersebut, dan mayatnya baru bisa diangkat pada Jumat (26/9/2014) sore. Dugaan sementara, Fauzi loncat ke dalam sumur tersebut karena mengalami depresi. Peristiwa itu bermula saat korban yang sedang berada di dalam rumah, kemudian berpamitan untuk berwudhu. Sesaat kemudian, terdengar suara benda besar yang jatuh ke dalam sumur. “Waktu itu, ibu korban tidak curiga karena dikira memang ada benda yang jatuh. Namun karena penasaran, dia (ibu korban) mendatangi sumur tersebut,” ungkap Paini, salah satu tetangga Fauzi. Begitu melihat sumur tersebut, ibunda Fauzi langsung berteriak histeris. Sebab, di pinggir sumur ditemukan sandal dan sarung milik anaknya. “Saat mendengar teriakan itu seluruh warga disekitar langsung berhamburan, menuju lokasi kejadian. Bahkan, saat itu ibu korban ingin melompat ke dalam sumur, namun warga langsung menenangkannya,” imbuhnya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat, dan saat itu juga petugas berkoordinasi dengan tim Badan Sar Nasional (Basarnas) untuk pengangkatan. “Waktu itu sudah cukup malam, sekitar pukul 12 malam Basarnas datang,” jelasnya. Namun, saat itu proses pengangkatan jasad Fauzi gagal karena selain sudah malam, dan di dalam sumur banyak tumpukan sampah. Pengangkatan jenazah dilanjutkan Jumat pagi. Mayat Fauzi baru bisa diangkat pada pukul 15.00 WIB, dan langsung dibawa ke Puskesmas Silo. “Kami sebenanrya mau bawah jenazahnya ke RSUD Soebandi, untuk dilakukan otopsi, namun keluarga menolak, akhirnya kita bawa ke puskesmas untuk dilakukan visum,” jelas Kepala Polsek Sempolan, AKP Adi Sutjipto. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),...
Page 10 of 16« First...89101112...Last »
error: Content is protected !!