KECELAKAAN KERJA BERBUAH TUMOR

KECELAKAAN KERJA BERBUAH TUMOR

Kecelakaan kerja saat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dialami Agus Simangunsong (30) pada Desember tahun 2002, tidak hanya membuat warga Jalan Pelajar, Gang Kurnia No. 15 Medan itu kehilangan satu bola matanya. Efek kecelakaan itu membuahkan tumor sebesar buah jambu biji di rongga mata kanannya. Tumor terus menggerogoti Agus. Tubuhnya kian kurus dan melemah. Sekantung darah menetes pelan masuk ke tubuhnya melalui infus. “Dulu saat Agus masih STM tepatnya tahun 2002, dia PKL. Saat ngelas mengenai biji matanya,” kata Hasan Simangunsong (75) Ayah Agus membuka kisah bagaimana awal muasal tumor yang telah menutupi mata dan sedikit wajah anaknya, saat ditemui di ruang Rindu A5 Gabungan, RSUP H Adam Malik. Mendapati Agus alami musibah, Hasan membawa Agus berobat ke salah seorang dokter mata dekat kolam renang Sisingamangaraja. Dokter tak sanggup dan angkat tangan untuk menanganinya. Hasan membawa Agus berobat ke Profesor Sihotang pada tahun 2003. Diagnosa Sihotang, bola mata Agus harus segera diangkat dengan biaya operasi Rp50 juta. “Dijual pun saya, semua tidak ada itu,” kata Hasan. Jika di rumah sakit kita tidak sanggup peralatannya, harus menyewa dari rumah sakit Herna. Lalu ada teman di Rumah Sakit Gleeni yang kini menjadi Rumah Sakit Colombia Asia mematok biaya operasi sebesar Rp75 juta. Frustasi dengan besarnya biaya operasi ia pun bertanya keapda pihak RS Pirngadi. Di sana biaya operasi hanya Rp15 juta. “Saat itu belum ada Jamkesmas,” katanya seraya menambahkan Agus sudah pernah dioperasi oleh Dokter Mimi dan Nurhaida dengan mengangkat bola mata Agus tahun 2003. Sejak itu, Agus tak lagi memiliki bola mata. Kelihatanlah tempat bola mata Agus bolong dan menakutkan bagi yang melihat. “Saat itu, saya sarankan Agus membawa...
Galian Longsor, 3 Pekerja Bangunan Hotel Tewas

Galian Longsor, 3 Pekerja Bangunan Hotel Tewas

JOGJA—Pembangunan hotel di Jalan Urip Sumoharjo No.139, Gondokusuman, Jogja (depan Cinema XXI) memakan korban. Tiga pekerja tewas tertimbun tanah saat membuat fondasi di basement hotel yang belum ada namanya tersebut, Senin (3/11/2014) siang. Ketiga korban tewas yakni, Kharis, 40, warga Demak, Jawa Tengah; Muhamad Kodri, 31, warga Kalisari, Jombor, Salatiga, Jawa Tengah; dan Sholeh, 41, waga Brankas, Demak, Jawa Tengah. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.   Wardi, 47, salah seorang rekan korban menuturkan saat kejadian ketiga pekerja nahas tersebut tengah menggali untuk membuat fondasi cakar ayam. Sementara tujuh pekerja lainnya mengerjakan bagian hotel lainnya. Tiba-tiba dinding tanah yang digali sedalam sekitar 10 meter itu ambruk. Tiga pekerja yang tengah menggali akhirnya tertimbun tanah di kedalaman sekitar empat meter. “Kejadiannya cepat banget, tidak ada yang bisa menyelamatkan diri,” kata Wardi di lokasi kejadian. Setelah tanah ambruk, kata Wardi, tidak ada suara teriakan minta tolong. Ia bersama rekannya minta tolong warga. Kemudian mereka melakukan evakuasi manual dengan alat seadanya. Tak lama kemudian, datang tim Identifikasi Polresta Jogja dan Bidokkes Polda DIY untuk memeriksa korban. “Evakuasi berlangsung sekitar setengah jam,” ucap dia. Ketiga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bethesda. Namun, sesampai di rumah sakit, Muhammad Kodri, Sholeh, dan Kharis sudah tidak bernyawa. Jasad mereka kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito untuk divisum. Sementara itu, lokasi kejadian langsung ditutup oleh aparat Polsek Gondokusuman dengan. “Korban diduga sudah meninggal di lokasi kejadian,” kata Kepala Polsekta Gondokusuman Jogja Komisaris Polisi Eddy Sugiharta. sumber: Harianjogja,com, tags; kecelakaan kerja di pabrik, gambar kecelakaan kerja, pengertian kecelakaan kerja, makalah kecelakaan kerja, kasus kecelakaan kerja, contoh kecelakaan kerja, artikel kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan...
2 Pekerja Proyek Delta Merlin Tewas Tertimpa Baja

2 Pekerja Proyek Delta Merlin Tewas Tertimpa Baja

SRAGEN – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Plumbon, Sambungmacan, Sragen, Senin (10/11/2014) sore. Akibat kejadian itu, dua pekerja proyek tewas tertimpa kerangka bangunan proyek di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos,com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Rangka bangunan berbahan baja yang ambruk merupakan proyek pembangunan pabrik Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST). Rangka tersebut baru berdiri sekitar tiga pekan. Dari kejadian itu, pekerja yang tewas bernama Suwarni, 45, warga Kedungkendang, RT 016, Desa Cemeng, Sambungmacan serta Suminem, 50, warga Kedungkendang, RT 017, Desa Cemeng, Sambungmacan. Sementara, satu korban mengalami luka pada bagian kaki yakni Puryani, 42, warga Kedungkendang, RT 016, Desa Cemeng, Sambungmacan. Ketiganya langsung dilarikan ke RSUD Sragen seusai kejadian. Para korban diketahui masih satu kerabat. Puryani saat ditemui wartawan di ruang IGD RSUD mengungkapkan saat kejadian masih banyak pekerja proyek yang berada di sekitar rangka bangunan. “Saat itu saya siap-siap mau pulang. Kondisi sudah gelap, tiba-tiba ada angin kencang dari arah timur. Langsung lari semua. Tahu-tahu [rangka bangunan] ambruk,” tutur dia. Belum sempat melarikan diri, Puryani tertimpa salah satu baja penyangga rangka bangunan. “Posisi saya di tengah-tengah rangka. Karena posisi kaki saya tertimpa baja, saya berteriak tolong-tolong, tetapi tidak ada yang mendengar karena kondisi gelap. Tidak berapa lama langsung ada orang datang menolong menggunakan linggis dan mengangkat baja,” katanya. Solopos,com, tags; kecelakaan kerja di pabrik, gambar kecelakaan kerja, pengertian kecelakaan kerja, makalah kecelakaan kerja, kasus kecelakaan kerja, contoh kecelakaan kerja, artikel kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan...
Kecelakaan Kerja, Dewan Minta HK Tingkatkan Safety

Kecelakaan Kerja, Dewan Minta HK Tingkatkan Safety

Kecelakaan Kerja –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bojonegoro meminta rekanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) PT Hutama Karya sebagai pemenang tender proyek pembangunan mega proyek kantor pemerintahan kabupaten (pemkab) 7 lantai agar lebih meningkatkan safety saat bekerja. ” Jika kecelakaan sudah terjadi dua kali berarti safety rekanan DPU kabupaten Bojonegoro tersebut tidak sesuai standart, PT Hutama Karya harus lebih meningkatkan safety saat bekerja agar tidak ada kecelakaan ketiga kalinya”, kata wakil ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. Sabtu (08/11/14). Sukur juga mengatakan PT Hutama Karya harus lebih memperhatikan keselamat pekerja apalagi pekerjanya adalah pekerja bangunan yang setiap harinya bergelantungan diatas ketinggian. “Kejadian Jum’at (07/11/14) sore bisa menjadi pelajaran bagi PT HK agar lebih memperbaiki kekurangan, namun kejadian seperti kemaren jangan sampai terulang karena membahayakan nyawa pekerja”, tandasnya. Sukur juga mengatakan jika proyek besar waduk gongseng yang berada di kecamatan Temayang juga akan dikerjakan oleh rekanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kabupaten Bojonegoro yaitu PT Hutama Karya, hal ini DPU juga harus lebih mengawasi kerja HK baik diproyek pembangungan gedung 7 lantai maupun di proyek waduk gongseng. “Agar kecelakaan kerja ini menjadi yang terakhir, dan menjadi pelajaran lebih meningkatkan safety menghadapi dua proyek besar Bojonegoro”, tandasnya. (Nella – SuaraBojonegoro...
Pabrik Onderdil Meledak 65 Orang Tewas

Pabrik Onderdil Meledak 65 Orang Tewas

JAMINAN keselamatan industri di Tiongkok kembali dipertanyakan setelah sebuah pabrik onderdil mobil di Kota Kushan, Provinsi Jiangsu, meledak kemarin pagi. Ledakan di pabrik Zhongrong Metal Pro ducts Co Ltd-yang merupakan penyuplai onderdil roda untuk industri mobil Amerika Serikat (AS), termasuk General Motor-itu merupakan ke celakaan industri terburuk di Tiongkok. Hingga berita ini ditulis, ledakan itu telah menelan korban jiwa sampai 65 orang dan melukai lebih dari 120 lainnya. Penyelidikan awal menduga ledakan tersebut berawal dari percikan api di bengkel pabrik. Pemerintah lokal, seperti dilansir kantor berita Xinhua, menuding hal itu diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jaminan keselamatan kerja di industri investasi asing tersebut. Lima pejabat perwakilan dari industri yang memiliki 450 karyawan itu telah ditahan otoritas. Otoritas Kunshan menyatakan saat ledakan terjadi, ada sekitar 264 orang yang berada di dalam pabrik dan 44 orang tewas seketika. Saksi mata di kota yang berada di bagian Tiongkok Timur itu mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Sejumlah warga mengaku mendengar ledakan keras tersebut dari jarak 2 km dari lokasi. Zhou Xu, 26, yang bekerja di pabrik seberang lokasi ledakan, terkejut mengetahui tembok pabrik logam itu hancur dan mesin-mesin berat terlempar lewat jendela. “Ketika berita ini muncul di media, banyak keluarga–terutama istri karyawan–yang tergopoh-gopoh ke lokasi un tuk memastikan suami mereka baik-baik saja,’ ujar Zhou. Seorang petugas keamanan dekat pabrik Zhongrong yang menolak namanya dikutip mengatakan ledakan di pabrik itu sangat kuat bahkan menggetarkan pos keamanan yang berjarak sekitar setengah kilometer dari lokasi. Sebanyak empat pusat donor darah segera beroperasi untuk membantu para korban terluka yang membutuhkan transfusi darah. Beberapa korban dengan luka serius dibawa ke rumah sakit di Shanghai. “Selama 20...
Cacat Permanen Setelah Kesetrum Saat Bekerja

Cacat Permanen Setelah Kesetrum Saat Bekerja

Bandar Lampung – Joko, pengawas proyek pembangunan kantor pemasaran kondominium hotel, enggan menanggapi dugaan kecelakaan kerja terhadap Aziz Irwansyah (34) yang harus kehilangan kaki dan alat kelaminnya. Kecelakaan itu terjadi sewaktu Aziz bekerja sebagai buruh bangunan pada 7 Mei 2013. Pembangunan kantor pemasaran kondominium hotel di Jalan Basuki Rahmat, Bandar Lampung, itu melibatkan pihak rekanan, PT Estadio Planing and Contractor. “Maaf, saya lagi rapat,” kata Joko saat dihubungi di Bandar Lampung, Rabu sore, 7 Mei 2014. Namun, saat kembali dihubungi pada Rabu malam, Joko tak kunjung memberi respons. Dia tidak menjawab kendati ponselnya dalam keadaan aktif. Alhasil, konfirmasi ihwal dugaan kecelakaan kerja terhadap pria yang kini cacat itu belum berhasil. Aziz mengalami cacat permanen setelah kesetrum saat bekerja dalam pembangunan kantor pemasaran kondominium hotel. Akibatnya, warga Jalan Anggun Cik Tunggal, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, itu harus menjalani perawatan di rumah sakit sekitar tujuh bulan. Akhirnya, tim medis memutuskan untuk mengamputasi kaki dan alat kelaminnya. Namun, biaya santunan sebesar Rp500 juta yang diajukan korban belum dipenuhi pihak kondominium hotel.(*) Laporan wartawan Saibumi.com Eva Suryani sourch : www.saibumi.com/artikel-3892-pengawas-pembangunan-enggan-tanggapi-kecelakaan-kerja-aziz.html Tags: santunan kecelakaan kerja, kecelakaan kerja di pabrik, gambar kecelakaan kerja, pengertian kecelakaan kerja, makalah kecelakaan kerja, kasus kecelakaan kerja, contoh kecelakaan kerja, artikel kecelakaan kerja, penyebab kecelakaan...
Page 3 of 3123
error: Content is protected !!