Training Sertifikasi Operator Crane

Training Sertifikasi Operator Crane

Tujuan dan Manfaat Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan crane sehingga operator akan bertanggungjawab, berdisiplin, serta memahami dan mengerti persyaratan keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam mengoperasikan crane yang lebih efisien produktif dan aman. Materi Pelatihan 1. Undang – Undang No.01 Tahun 1970 2. Kebijakan Depnaker 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun 1985 4. Pengetahuan Dasar Crane 5. Penggerak Mula (motor bakar) 6. Dasar – dasar hidrolik 7. Sebab – sebab kecelakaan pada pengoperasian crane 8. Pengoperasian yang aman 9. Dasar pengukuran kapasitas & signal (aba – aba) 10. Tali kawat baja & alat bantu angkat 11. Perawatan dan pemeliharaan crane 12. Praktek   Metode Pelatihan Ceramah, diskusi & praktek   Instruktur Instruktur yang akan memberikan pelatihan ini berasal dari Departemen Tenaga Kerja yang memiliki keahlian khusus di bidang K3 dan para counterpart yang telah ditraining di Jepang dan dibantu oleh tenaga professional ex. United Tractor.   Persyaratan Peserta Pelatihan Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai operator dengan kapasitas 25 ton   Biaya Pendaftaran Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah). Biaya tersebut sudah termasuk Fee Instruktur Class room dan Lapangan, Penggandaan materi, Training kit, 2x Coffee Break, Lunch, Sertifikat, SIO dan Buku Kerja.   JADWAL PELATIHAN.   AGUSTUS 11 – 14 / 20 – 23  – Jakarta / Bandung / Jogja SEPTEMBER 12 – 15 / 21 – 24 – Jakarta / Bandung / Jogja OKTOBER 15 – 18 / 25 – 29 – Jakarta / Bandung / Jogja NOVEMBER 11 – 14 / 21 – 24 – Jakarta / Bandung / Jogja DESEMBER 15 – 19 / 25 – 28 – Jakarta / Bandung /...
TRAINING PENANGGULANGAN KEBAKARAN TINGKAT A

TRAINING PENANGGULANGAN KEBAKARAN TINGKAT A

TUJUAN PELATIHAN AHLI K3 PEMADAM KEBAKARAN  Setelah mengikutipelatihan k3 penanggulangan kebakaran ini diharapkan peserta mampu : Menilai tingkat resiko & meminimalkan kerugian yang merupakan timbul Merancang sistem proteksi kebakaran Mengevaluasi konsep sistem proteksi kebakaran MATERI TRAINING PEMADAM KEBAKARAN  Pengembangan Program Keselamatan & Kesehatan Kerja Penaksiran Resiko Kebakaran Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran berdasarkan Basis Kinerja Model dan simulasi Kebakaran (visualisasi menggunakan komputer) Prinsip Analisa Biaya & Metode Penilaian Investasi pada Kebakaran Perlindungan terhadap Bahaya Peledakan Sistem Pengendalian Asap Konstruksi Bangunan yang berkaitan dengan Penanggulangan Kebakaran Dampak Lingkungan pada Penanggulangan Kebakaran Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran Uji Sifat Bakar Bahan Bangunan dan Uji Ketahanan Api Komponen Struktur Bangunan Audit Kebakaran Internal Praktek Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran   TARGET PESERTA AHLI K3 PEMADAM KEBAKARAN  Safety Manager/supervisor, Technical Manager, Building Manager, Fire/Safety Inspector, Fire Engineer, Risk Manager, dll PERSYARATAN PESERTA Training DAMKAR Peserta minimal D3 SERTIFIKASI YANG DIPEROLEH Sertifikasi Ahli k3 Madya dari Depnakertrans RI dan Surat Penunjukkan Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran dari Menakertrans RI Instruktur Instruktur pelatihan ini akan disampaikan oleh tenaga ahli dari Direktorat K3 Depnakertrans RI Jakarta dan praktisi yang sudah proffesional. Investasi Rp.7.000.000 / Non Residencial Jadwal Training JANUARI 18 – 23  – Jakarta / Bandung / Jogja FEBRUARI 22- 27  – Jakarta / Bandung / Jogja MARET 20 25 – Jakarta / Bandung / Jogja APRIL 18 – 23  – Jakarta / Bandung / Jogja MAY 18 – 23  – Jakarta / Bandung / Jogja JUNI 23 – 28 – Jakarta / Bandung / Jogja AGUSTUS 18 – 23  – Jakarta / Bandung / Jogja SEPTEMBER 22- 27  – Jakarta / Bandung / Jogja OKTOBER 13 – 18  – Jakarta / Bandung / Jogja NOVEMBER 10 – 15...
PELATIHAN & SERTIFIKASI JURU IKAT (RIGGER)

PELATIHAN & SERTIFIKASI JURU IKAT (RIGGER)

Tujuan & ManfaatPelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan mengenai tugas dan fungsi dari pekerjaan pengikatan yang benar dan aman. Aman bagi para tenaga kerja, barang – barang yang dibawa atau diikat dan aman bagi lingkungan tempat kerja. Sehingga akan menciptakan tenaga kerja yang professional dibidang pengikatan atau rigging. Dan untuk memenuhi tuntutan standarisasi international (ISO 9000 dan ISO 14000) dan juga system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).   Materi Pelatihan 1. Undang – Undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05 Tahun 1985 Tentang Pesawat Angkat Angkut 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 01. Tahun 1989 Tentang Kualifikasi dan Syarat – syarat Operator Keran Angkat 4. Alat Bantu Angkat (ABA) 5. Tali Kawat baja 6. Metode Kerja Pengikatan dan Pemberian ABA 7. Petunjuk Praktis pada pekerjaan pengikatan Metode Pelatihan Ceramah, diskusi & praktek Instruktur Instruktur yang akan memberikan pelatihan ini berasal dari Departemen Tenaga Kerja yang memiliki keahlian khusus di bidang K3 dan para counterpart yang telah ditraining di Jepang Peserta Pelatihan Peserta pelatihan adalah para rigger diperusahaan dan para operator crane Biaya Pelatihan Rp 3.500.000,- / No Residencial Jadwal Training Agustus 12 – 14 / 20 – 22  – Jakarta / Bandung / Jogja September 17 – 19 / 25 – 27  – Jakarta / Bandung / Jogja Oktober 21 – 23 / 25 – 27 – Jakarta / Bandung / Jogja November 04 – 06 / 20 – 22 – Jakarta / Bandung / Jogja Desember 15 – 17 / 25 – 27 – Jakarta / Bandung / Jogja Informasi Pendaftaran Bisa Juga Melalui : Phone  : 0821...
TRAINING HAZOPS ( Hazard and Operability Study )

TRAINING HAZOPS ( Hazard and Operability Study )

PEMAHAMAN Hazard Operability Study (HAZOPS) merupakan salah satu metoda untuk mengidentifikasi bahaya berdasarkan prinsip bahwa pendekatan tim dalam analisa bahaya akan dapat mengidentifikasi lebih banyak masalah dibandingkan hasil analisa gabungan dari identifikasi masing-masing pihak secara individu yang terpisah. Pendekatan HAZOPS melibatkan pertimbangan dari masing-masing sub-sistem dalam proses dan secara subyektif mengevaluasi akibat penyimpangan (deviasi) dari disain yang diharapkan bekerja. Pemeriksaan atas deviasi tersebut secara terstruktur dispesifikasikan ke dalam guide words, yang menjamin cakupan secara keseluruhan semua problem yang mungkin timbul, sehingga mendapatkan fleksibelitas yang cukup untuk pendekatan yang imaginative. HAZOPS terdiri dari beberapa orang yang berpengalaman dalam suatu pabrik atau pengetahuan mengenai disain fasilitas yang akan di-review, yang tergabung dalam suatu team. Setiap rapat HAZOPS dipandu oleh seorang HAZOPS leader, dan konklusinya dicatat dalam suatu dokumen (HAZOPS worksheet), sehingga langkah-langkah tindak lanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu untuk mempertahankan suatu Kilang Migas atau Pabrik  Petrokimia agar tetap beroperasi dengan andal (reliable), selamat/aman dan efisien, maka pihak manajemen perusahaan perlu mengaplikasikan HAZOPS sejak saat awal pembangunannya, operasi, sampai pada pembongkarannya (from cradle to grave). Untuk membentuk team HAZOPS yang baik, maka calon anggotanya perlu mengikuti pelatihan tentang aplikasi HAZOPS.   TUJUAN / SASARAN PELATIHAN HAZOPS Menjelaskan pendekatan HAZOPS sebagai bagian dari Hazard  Identifacation  Technique  (HET); Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan teknik HAZOPS; Menjebutkan manfaat dari penerapan HAZOPS untuk manajemen risiko dalam pengendalian kerugian; Setelah selesai kursus Peserta akan mampu melaksanakan HAZOPS di plant site, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.   MATERI PELATIHAN Materi PELATIHAN meliputi hal-hal sebagai berikut: A.     Materi Pendukung: Konsep Dasar K-3 Hazard Identification & Risk Assessment...
TRAINING SCAFFOLDING – KEMENAKERTRANS

TRAINING SCAFFOLDING – KEMENAKERTRANS

DESKRIPSI Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding merupakan suatu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang Scaffolder. Peningkatan keahlian dari Scaffolder tersebut haruslah selalu di update dengan cara mengikuti pelatihan yang sesuai. Melalui pendidikan dan pelatihan, dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peraturan menteri tenaga kerja No. PER.01/MEN/1980 tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada konstruksi bangunan mensyaratkan penggunaan perancah (scaffolding) yang sesuai dan aman untuk semua pekerjaan konstruksi. Maka dari itu, Kami sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk oleh DEPNAKERTRANS RI menyelenggarakan pelatihan K3 perancah (scaffolding). TUJUAN Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan pemerintah: UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi. Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini juga memiliki beberapa tujuan, yaitu: UMUM Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, perawatan, pemeliharaan dan pembokaran perancah secara aman bagi keselamatan dirinya, orang lain, konstruksi dan bagian-bagian yang lainnya. AKADEMIK Memahami secara baik tentang : Potensi bahaya konstruksi perancah Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah Prosedur kerja aman perancah Pengetahuan dasar perancah Jenis-jenis perancah Supervisi perancah Pemasangan dan pembongkaran perancah Standar dan pedoman teknis Peraturan dan standar perancah   KETERAMPILAN TEKNIK Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran perancah dengan selamat dan sehat, antara...
CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS)

CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (CSMS)

PENDAHULUAN Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll). CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh perusahaan main contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya. Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS Syarat untuk dapat lolos prakualifikasi di Total, Unocal, dan Vico Meningkatkan profit perusahaan. Mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Membangun citra positif perusahaan   Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS disaat. 1. Tahap Kualifikasi Penilaian Resiko Pra Kualifikasi Pemilihan 2. Tahap Pelaksanaan Aktivitas Awal Kerja Pada Saat Pekerjaan Berlangsung Evaluasi Akhir   Penilaian AKHIR Menilai dan menakar resiko aktivitas pekerjaan yang akan dikontrakkan. Mengkategorikan resiko dengan kategori rendah, menengah dan tinggi.   Hal hal yang memperngaruhi resiko : Jenis pekerjaan Lokasi pekerjaan Potensi celaka karena bahaya di tempat kerja. Potensi celaka karena aktivitas kontraktor Pekerjaan simultan oleh beberapa kontraktor Lamanya pekerjaan Pengalaman dan keahlian kontraktor   PRA KUALIFIKASI Untuk meniliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender. PEMILIHAN/SELEKSI Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender. AKTIFITAS AWAL PEKERJAAN Adalah langkah untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan perusahaan minyak dan tambang. Pre job activity meeting at office Pre job activity meeting at site Rencana Kerja (work plan) Review Potential Hazards and Safety Aspect Emergency Response Plan and Procedure Pre Job safety Meeting – site Orientasi Lapangan Finalization All Safety Requirement Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja   PADA SAAT BERLANGSUNG PEKERJAAN Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection) Program Keselamatan Kerja (Safety Program): Safety Meeting, Safety Inspection, Safety Promotion, Safety Communication, Emergency Drills and...
Page 5 of 7« First...34567
error: Content is protected !!