Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for your Learning . Case History #1 Worker Killed When Struck by Falling Exhaust Stack Shipyard workers were using a wheel-mounted crane to reposition two exhaust stacks that had been removed from a vessel. The exhaust stacks were being placed close to each other while they were being prepared for sandblasting and painting. The crane operator placed one exhaust stack on its side and leaned the second stack against it while preparing to move the second stack onto its side. The crane operator then slackened the line so that a rigger could reposition the wire rope. As the rigger approached the second stack, the 3-ton exhaust stack fell over and struck the rigger in the back of the head, killing him instantly. Possible ways to prevent this type of accident: Fully understand the sequence of rigging events. Understand the balance point of material. Ensure the drop position is secure. Ensure the lifted item is chocked, if possible. Case History #2 Worker Killed When Struck by Falling Anchor Chain A crew was rigging an anchor chain that weighed 29 tons to a 40-ton gantry crane using a 5/8 inch cable. The anchor chain was being lifted in ten 90-foot coils. They were moving the chain from a drydock to a barge for shipping. The load was moved over the barge and the operator was about to lay it down when one of the cables snapped, causing a coil of chain to fall. At the same time a worker was boarding the barge to help the riggers. The falling coil of anchor chain struck the worker on the...
Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

  HSE CENTER – Ketahanan energi nasional dalam beberapa bulan belakangan kian hangat diperbincangkan. Apalagi, setelah kenaikan harga elpiji 12 kg dan pembatasan BBM bersubsidi direalisasikan pemerintah pada Agustus 2014.Tak ayal, gelombang kritik dan pertanyaan akan kinerja PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas (Migas) pun muncul sebagai konsekuensi logis kebijakan itu.Kompas.com dan beberapa media serta rombongan Kompasianer (Sebutan bagi bloger yang tergabung dalam Kompasiana) berkesempatan menyambangi kapal penampung elpiji milik Pertamina yaitu Kapal Pertamina LPG 2 di Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa timur, Kamis (9/10/2014).Takjub, begitu ekspresi rombongan setalah melihat kapal yang memiliki lambung berwarna merah dengan tulisan “PERTAMINA LPG” dari kejauhan.Kapal dengan panjang 225 meter, lebar 37 meter dan tinggi 51 meter itu nampak gagah di tengah arus tenang Teluk Kalbut siang itu.Letak kapal yang berada ditengah laut harus dicapai dengan menaiki kapal kecil nelayan dan kemudian berpindah menggunakan kapal sedang sebelum akhirnya mencapai Kapal Pertamina LPG 2Setelah dipersilahkan naik dan disambut Kapten Kapal dan awaknya, rombongan diajak melihat beberapa bagian kapal tersebut.  Kapten Kapal, Kosim mengatakan, kapal itu dilengkapi teknologi yang sangat modern. Dalam navigasi misalnya, kapal ini memiliki Global Positioning System (GPS) untuk sistem navigasi yang memanfaatkan satelit.Selain itu, kapal seharga 73 juta dollar AS itu juga dilengkapi dengan radar anti sadap, Voyage data recorder (VDR) untuk mampu merekam semua aktivitas termasuk perbincangan di dalam anjungan kapal, dan kemampuan melaju sampai kecepatan 18 knot atau 18 mil laut per jam.Tak hanya itu, teknologi canggih pun terlihat dalam ruangcontroller kapal. Semua jaringan kapal termasuk alat pengecekan jumlah serta suhu gas yang ada ditangki yang terletak dilambung kapal memakai sistem online. Dengan begitu maka yang setiap perubahan...
Pelatihan Ketrampilan Bagi Keluarga Untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Pelatihan Ketrampilan Bagi Keluarga Untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Keluarga merupakan benteng utama dalam upaya mencegah anak-anak menjadi penyalahguna narkoba, oleh karena itu keluarga perlu memiliki ketrampilan agar dapat mencegah dan membentengi anak dari kemungkinan  menjadi penyalahguna narkoba. Hubungan keluarga (orang tua dan anak) yang dekat, serta kepedulian orang tua terhadap anak, menjadi faktor yang mendukung ketahanan anak selama proses pertumbuhan anak sampai mereka menjadi dewasa. UNODC (United Nations Office on Drugs Crime) dalam kajian komprehensip terkait dengan program pelatihan ketrampilan di bidang pencegahan, menjadikan “Keluarga” sebagai salah satu Target Group dalam upaya dini untuk mencegah anak dari penyalahgunaan narkoba, karena terdapat Evidence-Based keberhasilan pencegahan dengan Target Group “Keluarga”. Terdapat faktor resiko di dalam keluarga, apabila terjadi pola komunikasi negatif di dalam keluarga (orang tua selalu menyalahkan anak, selalu mengkritik anak, dan ketiadaan pujian pada anak); tanpa sadar orang tua bersikap toleransi kepada anak dalam penyalahgunaan narkoba; lingkungan kehidupan keluarga yang kacau, dan/atau konflik antara orang tua (ayah dan ibu), pemutusan hubungan kerja, perceraian; orang tua menjadi penyalahguna narkoba, pecandu narkoba,  mentalnya terganggu,  serta terlibat dalam berbagai tindakan kriminal.Faktor resiko juga ada kaitannya dengan umur anak, gender, etnik, budaya, dan lingkungan. Untuk membangun faktor protektif di dalam keluarga, orang tua perlu menjalani pola hidup sehat dan aman dalam kehidupan sehari-hari, berupaya untuk selalu dekat dengan anak, menciptakan suasana kehangatan dan saling percaya di antara anggota keluarga, serta melakukan supervisi dan memantau kegiatan setiap anggota keluarga, dan menerapkan disiplin di dalam keluarga secara konsisten dan efektif. Ketiadaan faktor-faktor tersebut di dalam keluarga, menempatkan anak pada resiko munculnya berbagai persoalan kesehatan dan sosial termasuk persoalan penyalahgunaan narkoba. Secara umum tujuan program pelatihan ketrampilan pencegahanbagi keluarga adalah untuk memperkuat keluarga membangun faktor protektif...
Petronas Siap Sedot Minyak dan Gas RI Mulai Kuartal IV-2014

Petronas Siap Sedot Minyak dan Gas RI Mulai Kuartal IV-2014

Jakarta -Dua lapangan minyak dan gas bumi (migas) milik pemerintah Indonesia yang dikelola Petronas Carigali Ltd. ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV-2014.Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Lambok Hutauruk mengungkapkan, kedua proyek tersebut adalah lapangan Muriah, blok Kepodang dengan kapasitas produksi 116 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta Lapangan Bukit Tua, blok Ketapang 2 dengan kapasitas produksi 20.000 barel minyak per hari dan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari.“Selain aspek teknis, kami juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar proyek tersebut dengan baik,” kata Lambok saat penutupan program pengembangan pekerja lintas kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) di Jakarta, Rabu (12/3/2014).Lambok mengatakan, industri hulu migas mengalami banyak tantangan, dan juga persoalan. Berbagai masalah, dari soal teknis hingga non teknis semakin beragam dan kompleks. Di sisi lain, kegiatan usaha hulu migas masih menjadi salah satu penopang utama penerimaan Indonesia.“Posisi industri ini akan tetap dominan hingga beberapa tahun ke depan, terlihat dari tingginya harapan pemerintah terhadap pencapaian target produksi yang ditetapkan,” ucapnya.Sesuai data SKK Migas, pada 2014 akan dilaksanakan survei seismik 2D sepanjang 9.020 kilometer, seismik 3D seluas 11.633 kilometer, 206 pengeboran eksplorasi, 1.300 pengeboran sumur pengembangan, 989 kegiatan kerja ulang, serta perawatan 33.170 sumur.“Semua rencana kerja tersebut untuk mencapai target Pemerintah, salah staunya penerimaan negara sebesar US$ 30,6 miliar, Selain itu, Petronas juga mengakhiri program pertukaran pekerja antar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sebanyak 20 pekerja Petronas telah selesai mendapatkan on job training dari Petronas di Santos dan Kangean Energy. Deputi pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas Lambok H Hutauruk mengatakan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan pemberdayaan kapabilitas...
Pembebasan Lahan PLTU Terhambat, Masyarakat Batang Rugi besar

Pembebasan Lahan PLTU Terhambat, Masyarakat Batang Rugi besar

HSE CENTER >>Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah terganjal warga yang menolak lahannya dibebaskan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung mengatakan, masyarakat Batang akan merugi sendiri jika menolak proyek tersebut. Chairul menjelaskan, dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan pemangku kepentingan lain beberapa waktu lalu, dia menjelaskan proyek ini akan membawa masuk uang senilai Rp 40 triliun. “Kalau karena 32 orang itu yang tak mau dibebaskan, uang Rp 40 triliun itu enggak jadi masuk, kan yang rugi masyarakat Batang-nya sendiri,” kata Chairul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/9/2014). “Sekarang silakan, kalau masyarakat Batang-nya enggak mau, saya bilang ini PLN sudah punya tanah di tempat lain, kita pindahkan,” lanjut dia. PT PLN (Persero) sebenarnya sudah memiliki alternatif lokasi selain Batang untuk proyek pembangkit listrik. Chairul menambahkan, jika masyarakat Batang mau, pemerintah bisa membangun pembangkit listrik di kedua lokasi. Pasalnya, dia mengklaim sampai hari ini sudah ada kemajuan dari pembebasan lahan di Batang. Meski ada kemajuan, setidaknya masih ada sekitar 29 hektare lahan di Kabupaten Batang yang belum dibebaskan, sehingga menghambat pembangunan proyek PLTU yang dibangun melalui skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah-Swasta ini. Proyek pembangkit listrik senilai empat miliar dolar AS, ini dibiayai oleh investor asal Jepang, yaitu Sumimoto Mitsui Banking Cooperation dan Japan Bank for International Cooperation (JICA). PLN memperkirakan apabila proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga uap ini tidak segera terwujud, maka wilayah Jawa, Bali dan sekitarnya akan mengalami kelangkaan tenaga listrik pada 2017-2018. Tags: jadwal pelatihan ahli k3 umum, pelatihan ahli k3 umum 2010, pelatihan ahli k3 umum 3 15 agustus, pelatihan ahli k3 umum 3 2009, training ahli k3 umum 2011, kursus ahli k3 umum, training ahli k3 listrik, training ak3 umum...
PT. Drillco  Jaya Abadi  Open JOB VACANCY

PT. Drillco Jaya Abadi Open JOB VACANCY

Drillco National Group telah melayani industri konstruksi sejak tahun 1967 Selama bertahun-tahun, fleksibilitas kami dalam pengeboran dan pengencang industri telah memungkinkan kita untuk mengembangkan berbagai produk yang unik yang digunakan oleh Nuklir dan Power Perusahaan di seluruh dunia. Produk ini termasuk Maxi-Bolt, DS-69A Bor Berhenti Box dan Rebar Eater. Drillco Nasional Group juga produsen produk berlian kualitas dan mesin bor. Semua peralatan kita terkena program pengendalian kualitas yang ketat untuk memastikan kinerja optimal dan kepuasan pelanggan. PT. Drillco Jaya Abadi adalah perusahaan jasa minyak dan gas membutuhkan HSE Officer, dengan persyaratan sbb:  1. Pendidikan S12. Memiliki: sertifikat K3 Migas, dan sertifikat training lainnya3. Mengetahui ttg CSMS, ISO dan OHSAS4. Memiliki pengalamam minimal 5 Tahun di operasional drilling5. Usia maksimal 32 tahun silahkan mengirim CV ke: luthfi.respati@drillco-ja.co.id recruitment.drillco@drillco.co.id Fax to (021) 57941828 Graha Binakarsa Lantai 3Jl. HR Rasuna Said Kav C-18Setiabudi, Jakarta SelatanINDONESIA 12940   Tags: jadwal pelatihan ahli k3 umum, pelatihan ahli k3 umum 2010, pelatihan ahli k3 umum 3 15 agustus, pelatihan ahli k3 umum 3 2009, training ahli k3 umum 2011, kursus ahli k3 umum, training ahli k3 listrik, training ak3 umum 2010, ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans ) ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans ) ( pelatihan ahli k3 umum kemenakertrans...
Page 3 of 712345...Last »
error: Content is protected !!