Training HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)

Training HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points)

PENDAHULUAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah sebuah sistem pencegahan dalam dunia Food Safety untuk memastikan bahwa suatu proses terbebas dari resiko kontaminasi. HACCP dengan mudah membantu anda mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian menentukan mekanisme kontrolnya. HACCP membuat anda dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa produk yang anda buat adalah produk yang aman untuk dikonsumsi. Training HACCP ini akan membantu tim anda memahami konsep dan implementasi HACCP dalam proses produksi pada perusahaan anda dengan mudah dan menyenangkan karena didukung oleh tim professional kami yang berkompeten dibidangnya Kontaminasi yng dapat dikendalikan HACCP adalah: •    Fisik (metal, kaca, kayu dll) •    Kimia (ozon, chlorine, lubricant, dll) •    Biologi (bakteri) TUJUAN Training Hazard Analysis Critical Control Points Secara umum bertujuan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pencegahan secara dini atau mengurangi kasus keracunan di masyarakat dan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan/pangan MANFAAT PELATIHAN •    Menganalisa serta mampu mengevaluasi proses produksi makanan/bahan pangan sehingga bisa diketahui potensi bahaya yang ditimbulkan •    Perbaikan secara terus menerus terhadap proses produksi makanan/bahan pangan dengan menitikberatkan kepada tahap-tahap proses tertentu atau mata rantai proses produksi yang dianggap kritis dan rawa bahaya •    Mampu memonitoring dan mengevaluasi penanganan cara dan proses pengolahan makanan serta menerapkan sistem sanitasi dalam memproduksi makanan yang benar dan •    Meningkatkan kepedulian seluruh kompenen yang terlibat baik bagi regulasi (pemerintah nasional/internasional), perusahaan produksi pangan/pengelolahan hasil pangan secara terintegrasi maupun mandiri terhadap keamanan pangan akan hasil pangan yang beredar dimasyarakat. MATERI PELATIHAN •    Prinsip dasar HACCP-Hazard Analysis Critical Control Points •    Persyaratan Sistem Kemanan Pangan (HACCP & ISO 22000:2005) •    Aspek-aspek Kelayakan dasar dan penerapan sistem keamanan pangan •  ...
TRAINING OPERATOR CRANE SERTIFIKASI

TRAINING OPERATOR CRANE SERTIFIKASI

    Description Dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.01/MEN/1989 telah ditetapkan kualifikasi dan syarat-syarat operator Crane. Setiap operator Crane harus memiliki sertifikat yang diperoleh melalui pelatihan. Operator yang memiliki sertifikat memegang peranan penting dalam mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam mengoperasikan Crane, karena operator mengetahui dan memahami prosedur pengoperasian yang man. Karena itu pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Melalui pendidikan dan pelatihan dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan, tanggung jawab dan disiplin, pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Di samping itu, dalam sebuah tim operator crane, perlu manajemen yang menjamin konsistensi pemahaman dan pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja operator crane. Untuk itu keberadaan para Operator crane yang bersertifikasi dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan khususnya untuk aktifitas inspeksi. Berdasarkan hal tersebut, Kami  sebagai perusahaan PJK3 yang ditunjuk akan menyelenggarakan program training dengan tema “Pelatihan & Sertifikasi Operator Crane”, sertifikasi dan SIO. Tujuan Program ini dibuat dalam rangka penyeragaman dan penyesuaian pelaksanaan pembinaan dan pengujian lisensi K3 bagi Operator Pesawat Angkat dan Angkut di seluruh Indonesia sebagamana diatur dalam peraturan menteri no. 05/Men/1985 tentang pesawat Angkat dan Angkut dan Peraturan Menteri No. 01/Men/1989 tentang kualifikasi dan syarat-syarat Operator Keran Angkat Secara khusus, pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk : – Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan crane sehingga operator akan bertanggungjawab dan lebih berdisiplin. – Memahami dan mengerti persyaratan keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam mengoperasikan crane yang lebih efisien produktif dan aman. – Mengendalikan bahaya sehingga penyebab terjadinya kecelakaan dengan mengenal dan mengevaluasi sumber bahaya yang mungkin terdapat di tempat kerja....
Pelatihan Ahli K3 Umum Murah 2019

Pelatihan Ahli K3 Umum Murah 2019

Diskon 500rbu apabila booking seat via DP  Pendahuluan Pelatihan Ahli K3 Umum Murah Pelatihan Ahli K3 Umum Murah | Saat ini ada 2 Instansi/Lembaga Pemerintah yang mengeluarkan sertifikasi ini, pertama melalui Kementrian Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi/KEMENAKERTRANS, dan yang kedua melalui BNSP(Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang mana BNSP ini merupakan Badan Independen yang bertanggung-jawab kepada Presiden serta memiliki wewenang sebagai badan sertifikasi personil yang mempunyai tugas untuk melakukan sertifikasi kompetensi profesi bagi para pekerja. { Pelatihan Ahli K3 Umum Murah } Banyak yang bertanya-tanya, Ahli K3 Umum dari badan manakah yang perlu diambil untuk memasuki jenjang kerja di perusahaan terutama dalam bidang HSE/K3. Mengingat adanya 2 lembaga yang mengeluarkan sertifikasi Ahli K3 Umum tersebut dan kedua lembaga tadi juga merupakan lembaga Resmi dari pusat/pemerintah. Sedikit saran dari Kami untuk Ahli K3 Umum mana yang akan diambil. Kedua badan pemerintah tersebut sama-sama bagusnya dan sama-sama mendapat tempat diluar/international walau tidak sebeken/seterkenal NEBOSH yang bisa bisa membuat pemegang sertifikat mempunyai nilai jual yang sangat tinggi apabila bekerja sebagai tenaga HSE di luar negeri.  { Pelatihan Ahli K3 Umum Murah } Bisa kita perhatikan dan lihat secara seksama apabila suatu perusahaan membutuhkan tenaga HSE dan mem-posting lowongan pekerjaan tenaga HSE, baik itu Safety Officer, Safetyman, HSE Manager dan lainnya melalui website perusahaan mereka ataupun via pihak ke-3 seperti jobsdb(dot)com, jobstreet.co(dot)id, banyak dari perusahaan-perusahaan tersebut mencantumkan persyaratan wajib Calon pelamar kerja sebagai HSE tersebut harus memiliki  Ahli K3 Umum sertifikasi KEMENAKERTRANS, lebih dari 80% nya mencantumkan Ahli K3 Umum KEMENAKERTRANS RI. Berikut Kami tampilkan potongan dari UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA Pasal 3 Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan...
Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for Learning

Rigging Accidents – 8 Cases for your Learning . Case History #1 Worker Killed When Struck by Falling Exhaust Stack Shipyard workers were using a wheel-mounted crane to reposition two exhaust stacks that had been removed from a vessel. The exhaust stacks were being placed close to each other while they were being prepared for sandblasting and painting. The crane operator placed one exhaust stack on its side and leaned the second stack against it while preparing to move the second stack onto its side. The crane operator then slackened the line so that a rigger could reposition the wire rope. As the rigger approached the second stack, the 3-ton exhaust stack fell over and struck the rigger in the back of the head, killing him instantly. Possible ways to prevent this type of accident: Fully understand the sequence of rigging events. Understand the balance point of material. Ensure the drop position is secure. Ensure the lifted item is chocked, if possible. Case History #2 Worker Killed When Struck by Falling Anchor Chain A crew was rigging an anchor chain that weighed 29 tons to a 40-ton gantry crane using a 5/8 inch cable. The anchor chain was being lifted in ten 90-foot coils. They were moving the chain from a drydock to a barge for shipping. The load was moved over the barge and the operator was about to lay it down when one of the cables snapped, causing a coil of chain to fall. At the same time a worker was boarding the barge to help the riggers. The falling coil of anchor chain struck the worker on the...
Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

Kapal LPG 2, “Bukti” Bisnis Pertamina untuk Ketahanan Energi

  HSE CENTER – Ketahanan energi nasional dalam beberapa bulan belakangan kian hangat diperbincangkan. Apalagi, setelah kenaikan harga elpiji 12 kg dan pembatasan BBM bersubsidi direalisasikan pemerintah pada Agustus 2014.Tak ayal, gelombang kritik dan pertanyaan akan kinerja PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas (Migas) pun muncul sebagai konsekuensi logis kebijakan itu.Kompas.com dan beberapa media serta rombongan Kompasianer (Sebutan bagi bloger yang tergabung dalam Kompasiana) berkesempatan menyambangi kapal penampung elpiji milik Pertamina yaitu Kapal Pertamina LPG 2 di Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa timur, Kamis (9/10/2014).Takjub, begitu ekspresi rombongan setalah melihat kapal yang memiliki lambung berwarna merah dengan tulisan “PERTAMINA LPG” dari kejauhan.Kapal dengan panjang 225 meter, lebar 37 meter dan tinggi 51 meter itu nampak gagah di tengah arus tenang Teluk Kalbut siang itu.Letak kapal yang berada ditengah laut harus dicapai dengan menaiki kapal kecil nelayan dan kemudian berpindah menggunakan kapal sedang sebelum akhirnya mencapai Kapal Pertamina LPG 2Setelah dipersilahkan naik dan disambut Kapten Kapal dan awaknya, rombongan diajak melihat beberapa bagian kapal tersebut.  Kapten Kapal, Kosim mengatakan, kapal itu dilengkapi teknologi yang sangat modern. Dalam navigasi misalnya, kapal ini memiliki Global Positioning System (GPS) untuk sistem navigasi yang memanfaatkan satelit.Selain itu, kapal seharga 73 juta dollar AS itu juga dilengkapi dengan radar anti sadap, Voyage data recorder (VDR) untuk mampu merekam semua aktivitas termasuk perbincangan di dalam anjungan kapal, dan kemampuan melaju sampai kecepatan 18 knot atau 18 mil laut per jam.Tak hanya itu, teknologi canggih pun terlihat dalam ruangcontroller kapal. Semua jaringan kapal termasuk alat pengecekan jumlah serta suhu gas yang ada ditangki yang terletak dilambung kapal memakai sistem online. Dengan begitu maka yang setiap perubahan...
Pelatihan Ketrampilan Bagi Keluarga Untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Pelatihan Ketrampilan Bagi Keluarga Untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

Keluarga merupakan benteng utama dalam upaya mencegah anak-anak menjadi penyalahguna narkoba, oleh karena itu keluarga perlu memiliki ketrampilan agar dapat mencegah dan membentengi anak dari kemungkinan  menjadi penyalahguna narkoba. Hubungan keluarga (orang tua dan anak) yang dekat, serta kepedulian orang tua terhadap anak, menjadi faktor yang mendukung ketahanan anak selama proses pertumbuhan anak sampai mereka menjadi dewasa. UNODC (United Nations Office on Drugs Crime) dalam kajian komprehensip terkait dengan program pelatihan ketrampilan di bidang pencegahan, menjadikan “Keluarga” sebagai salah satu Target Group dalam upaya dini untuk mencegah anak dari penyalahgunaan narkoba, karena terdapat Evidence-Based keberhasilan pencegahan dengan Target Group “Keluarga”. Terdapat faktor resiko di dalam keluarga, apabila terjadi pola komunikasi negatif di dalam keluarga (orang tua selalu menyalahkan anak, selalu mengkritik anak, dan ketiadaan pujian pada anak); tanpa sadar orang tua bersikap toleransi kepada anak dalam penyalahgunaan narkoba; lingkungan kehidupan keluarga yang kacau, dan/atau konflik antara orang tua (ayah dan ibu), pemutusan hubungan kerja, perceraian; orang tua menjadi penyalahguna narkoba, pecandu narkoba,  mentalnya terganggu,  serta terlibat dalam berbagai tindakan kriminal.Faktor resiko juga ada kaitannya dengan umur anak, gender, etnik, budaya, dan lingkungan. Untuk membangun faktor protektif di dalam keluarga, orang tua perlu menjalani pola hidup sehat dan aman dalam kehidupan sehari-hari, berupaya untuk selalu dekat dengan anak, menciptakan suasana kehangatan dan saling percaya di antara anggota keluarga, serta melakukan supervisi dan memantau kegiatan setiap anggota keluarga, dan menerapkan disiplin di dalam keluarga secara konsisten dan efektif. Ketiadaan faktor-faktor tersebut di dalam keluarga, menempatkan anak pada resiko munculnya berbagai persoalan kesehatan dan sosial termasuk persoalan penyalahgunaan narkoba. Secara umum tujuan program pelatihan ketrampilan pencegahanbagi keluarga adalah untuk memperkuat keluarga membangun faktor protektif...
Page 3 of 712345...Last »
error: Content is protected !!